Thursday, January 16, 2020

Tren Video Marketing 2020 Ala Sekolah Video Editing Di Jakarta

Sekolah Video Editing Di Jakarta

Memasuki tahun 2020 ini ada banyak sekali spekulasi mengenai tren marketing seperti apa saja yang mampu merajai ranah digital untuk keuntungan kegiatan bisnis online. Namun satu yang pasti, tren penggunaan video tetap menjadi incaran para pengguna internet selama beberapa tahun belakangan ini. Maka tak heran jika semakin banyak bermunculan institusi khusus yang membahas tentang sekolah video editing di Jakarta, dan video marketing.

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap tahunnya pasti akan ada perkembangan dan perubahan pasar serta perilaku konsumen, termasuk dalam ranah digital. Maka dari itu, bagi Anda yang mencoba melakukan pemasaran lewat penggunaan video, ada baiknya untuk mengetahui strategi video seperti apa yang masih disukai serta efektif, dan mana yang sudah tidak lagi.

Sekolah Video Editing Di Jakarta

Untuk itu, ada baiknya kita membahas beberapa prediksi dan tren video marketing yang bakalan booming di tahun 2020 dari IDS (International Design School) berikut ini, antara lain:

1. Menyesuaikan video dengan perilaku pengguna sosial media

Selain penggunaan YouTube, konten pemasaran berbentuk video milik perusahaan juga harus di distribusikan langsung kepada audiens lewat peran sosial media. Akan tetapi, ukuran dan durasi yang diizinkan di sosial media harus disesuaikan terlebih dahulu dengan materi video marketing yang telah dibuat oleh perusahaan.

Dengan begini, audiens pun akan merasakan pengalaman yang paling ideal untuk melihat video secara lebih dekat. Di lain sisi, teknik video marketing yang dilakukan perusahaan pun akan menjadi lebih efektif dan akan lebih mudah diterima oleh konsumen, cara ini setidaknya bisa didapatkan dari pelatihan dan sekolah video editing di Jakarta untuk menentukan ukuran video yang tepat bagi sosial media.

2. Menciptakan video segmentasi dan personal

Dengan semakin majunya teknologi dan zaman yang semakin modern, maka audience pun kini lebih suka dengan sesuatu yang personal untuk dikonsumsi. Sesuatu yang lebih spesifik, yang memiliki dampak pada kehidupan sehari-hari mereka.

Untuk itu, perusahaan ataupun pemilik brand hendaknya memahami metode segmentasi semacam ini untuk mendapatkan pemasaran video yang lebih efektif. Mulai dari memperhatikan letak geografis, umur, jenis kelamin, minat dan ketertarikan dan lain sebagainya, maka perusahaan lebih dapat menciptakan sebuah video yang lebih personal dan lebih dekat dengan calon konsumen yang dituju.

3. Penggunaan Instagram Stories masih populer

Siapa yang tak kenal dengan platform sosial media instagram? Saat ini, hampir semua orang telah memiliki akun di instagram. Maka tak heran jika pihak instagram pun menerbitkan sebuah aplikasi bernama instagram stories beberapa tahun yang lalu. Alhasil, aplikasi ini menjadi populer dikalangan penggunanya hingga saat ini.

Instagram stories memiliki fungsi kedekatan terhadap antar pengguna instagram, untuk itu tak ada salahnya bagi perusahaan atau pemilik brand untuk menggunakan instagram stories sebagai salah satu platform untuk melakukan pemasaran. Namun satu hal yang perlu diingat, pengguna instagram sudah cukup cerdas untuk membedakan mana konten yang berkualitas, dan mana yang tidak, jadi buatlah video semenarik mungkin.

4. konten video dengan link produk

Berkat kepopuleran instagram stories yang memiliki fitur untuk menyisipkan link di tiap video yang dibuat, maka cara semacam ini pun mulai banyak ditiru di berbagai platform penyedia video lainnya. Dengan kata lain, perusahaan atau pun pemilik brand harus mampu beradaptasi dengan ini. Video pemasaran yang dibuat setidaknya harus memiliki link yang mengarahkan audiens kepada produk yang ingin dijual. Bahkan, menurut survey dari Social Media Today, disebutkan bahwa 64% audiens melakukan pembelian setelah menggunakan link dari video marketing pada umumnya.

5. Virtual Reality & Augmented Reality

Yang terakhir dan merupakan teknologi terbaru yang sedang berkembang adalah penerapan virtual reality atau augmented reality dalam sebuah video. Bahkan, di tahun 2020 ini di prediksi akan terjadi lonjakan besar bagi penerapan VR & AR ini seiring dengan semakin banyaknya pembelajaran mengenai VR & AR di sekolah video editing di Jakarta dan semacamnya.

Walaupun tidak semua jenis industri cocok untuk menggunakan VR & AR namun sejatinya, dengan menggunakan video seperti ini akan memberikan pengalaman baru bagi para audience, dan membuat mereka tertarik dengan apa yang ditawarkan dari perusahaan atau pun pemilik brand tersebut.

Itulah tadi informasi singkat mengenai prediksi atau tren video marketing yang akan populer di tahun 2020, selamat mencoba dan semoga bermanfaat! Jangan lupa, bagi Anda yang berminat belajar mengenai desain, video editing, internet marketing, dan lain sebagainya, silahkan langsung mengunjungi https://idseducation.com/ dan temukan solusi dari yang Anda cari selama ini.

0 comments:

Post a Comment